Tinggal 2 hari lagi, posting terakhir di blog ini akan berusia setahun tepat. Saat ini saya sedang dalam posisi “nanggung”, karena baru turun dari KA Bima dari Jakarta, di Stasiun Tugu Yogyakarta, dan baru bisa berangkat ke Pacitan jam 7 pagi, padahal ini masih jam 3 dini hari. Alhamdulillah, di stasiun ini fasilitas untuk menunaikan sholat cukup representatif, dalam artian tempatnya bersih, dan (sepertinya) relatif aman. Namun satu kekurangan yang cukup mengganggu adalah saat kita ingin khusyuk dalam sholat, setidaknya di sela² bisingnya stasiun, senantiasa terdengar suara musik klenengan yang sangat kencang, karena speakernya terletak dekat sekali dengan mushola.
Yang terlintas di benak saya selanjutnya adalah mencari tempat untuk cari kopi (biar tidak tumbang), pengganjal perut, charge HP, dan syukur² ada hotspot gratisan. Ternyata semuanya dapat di Twin’s Restaurant di dalam stasiun, meski harus dibayar agak mahal, kecuali koneksi internetnya. Sebut saja untuk charge HP, dengan keamanan menjadi tanggungan pemilik HP, dikenakan Rp. 3000 sampai full. Apa boleh buat, masih lebih murah dibanding harus ke PLN untuk langganan listrik dulu, hehehe…
Kembali ke topik, tentang blog ini. Sekitar 1 tahun 5 bulan yang lalu, saat blog ini saya mulai pun, saya sudah merasa kurang yakin bakal bisa mengelolanya dengan baik, karena memang saya kurang telaten menuliskan segala sesuatunya di sini. Pun saya belum berhasil menghasilkan artikel yang cukup bermutu selama setahun belakangan ini, baik di dalam maupun di luar blog. Paling² masih sebatas slide ringkasan materi untuk perkuliahan di CC Pacitan atau sejenisnya. Semoga posting yang ditulis pada “suasana di luar rutinitas” ini bisa menjadi awal yang bagus untuk mulai aktif menulis lagi. (Kata Pak Yoyo,) Tetap Semangat!

) melalui MacBook barunya (suit.. suitt…), beliau langsung berujar “Wah, gurumutant. Sudah ada di mana-mana nih.” karena terbaca vlome label di flashdisk saya adalah GURUMUTANT. Yang ada di benak saya “Sudah ada di mana-mana… komentar saya pada blog orang. Blog saya sendiri masih “ora mutu” postingannya”.
Hehe.. meski judulnya in English, artikelnya pakai Bahasa Indonesia saja, meski tidak seratus persen conforming EYD standards.
Beberapa minggu ini, siswa kelas 3 TKJ dan MM –termasuk guru-gurunya– disibukkan dan dipusingkan dengan persiapan tugas akhir, sebagai salah satu syarat kelulusan siswa nantinya. Mengingat waktu pengerjaan yang relatif singkat, perangkat yang terbatas, kurangnya pemahaman tentang konsep yang akan di-TA-kan, bisa dimaklumi jika kondisi seperti ini terjadi. Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah “kurang lakunya” judul-judul TA yang ditawarkan guru, khususnya di prodi TKJ, yang menggunakan platform OS Linux. Bahkan seorang siswi yang tidak saya kenal sempat berujar, “Linux Pak ? Wah, baru dengar namanya saja saya sudah eneg”.





Komentar Terakhir